Entri Populer

Senin, 29 November 2010

PEMANFAATAN DAN PERLINDUNGAN TANAH AIR UDARA

Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*]

PEMANFAATAN DAN PERLINDUNGAN
TANAH AIR UDARA
UNTUK KESEIMBANGAN LINGKUNGAN

A.     PERLINDUNGAN KOMPONEN ABIOTIK

1.      Tanah
Tanah merupakan akumulasi tubuh-tubuh alam yang bebas menduduki sebagian permukaan bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat-sifat   sebagai akibat pengaruh iklim, jasad-jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk, keadaan relative tertentu dan selama jangka waktu tertentu.
Tanah merupakan salah satu komponen abiotik yang  mempengaruhi kehidupan makhluk hidup. Bagi kesejahteraan manusia, tanah pertanian, perkebunan, dan kehutanan perlu dijaga kesuburannya agar dapat berproduksi secar maksimal.
Usaha yang data dilakukan manusia untuk perlindungan tanah :
a)      Rotasi Tanaman
Rotasi tanaman adalah kegiatan menanami lahan pertanian dengan jenis tanaman yang berbeda-beda secara bergantian. Misalnya, suatu lahan ditanami dengan jagung. Setelah jagung dipanen, lahan itu ditanami kacang tanah. Selanjutnya setelah kaang tanah dipanen, lahan itu ditanami kedelai. Cara ini dapat memberikan keuntungan karena kesuburan tanah da pat terjaga.
b)      Pemupukan
Pemberian unsur hara atau pemupukan tanaman harus seimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemberi pupuk yang berlebihan menyebabkan tanah menjadi rusak sehingga merugikan tanaman pertanian dan pada akhirnya merugikan petani itu sendiri. Kesuburan tanah dapat dipertahankan dengan cara pemupukan, tetapi pemberiannya jangan melebihi dosis. Apabila pemupukan melebihi dosis yang dibutuhkan tanaman, tanah akan menjadi lunak, yaitu mudah terbawa oleh aliran air sehingga kesuburan tanah cepat hilang.


c)      Pencegahan Erosi dan Banjir
Penebangan hutan secara terus-menerus akan menyebabkan hutan menjadi gundul sehingga mengakibatkan terjadinya erosi ( pengikisan tanah ) dan banjir pada musim hujan. Selain menyebabkan lahan kritis, erosi juga akan menyebabkan pencemaran air. Air hujan yang jatuh akan langsung mengalir di permukaan dengan membawa tanah dalam alirannya sehingga kualitas air permukaan menurun karena terlalu banyak mengandung partikel tanah. Penggundulan  hutan juga dapat menyebabkan banjir karena tidak adanya akar tumbuhan yang menahan aliran air hujan yang jatuh ke tanah. Upaya pencegahan erosi dan banjir dapat dilakukan dengan cara pelestarian hutan, yaitu dengan melakukan reboisasi di lahan-lahan kritis dan melakukan tebang pilih (penebangan hutan yang dilakukan secara terencana).
Di daerah perkotaan, pengendalian aliran air atau banjir dapat dilakukan dengan cara membuat sumur resapan untuk air hujan. Air hujan tidak terbuang percuma, tetapi ditampung oleh sumur-sumur resapan. Oleh karena itu, sumur resapan memliki fungsi ganda, yaitu selain mencegah banjir, sumur resapan, juga akan menggantikan air tanah sehingga menjadi sumber air bila air tanah kerng di musim kemarau. Sumur resapan in, data dibuat dihalaman rumah, kantor, sekolah, jdan taman kota. Selain itu, pembuatan sumur resaan tidak memerlukan biaya besar, tidak memerlukan lahan yang lua, dan bentuk konstruksi sumur resapan sederhana.
Perlindungan tanah sangat penting dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian bagi mahluk hidup kerugian itu diantaranya polusi tanah. Dampak dari polusi tanah dirasakan secara tidak langsung dan berlangsung dalam jangka waktu yang agak lama.
Contoh : Polusi tanah yang disebabkan penggunaan bahan agrokimia dalam bidang pertanian, Penggunaan pupuk dan pestisida sintetis dalam jumlah yang tidak tepat dapat mencemari tanah dengan kadar racun yang beraneka ragam. Pencemaran tanah pada akhirnya akan berpengaruh terhadap manusia dalam bentuk makanan dan minuman yang tercemar. Secara tidak langsung bahan tersebut akan terakumulasi dalam tubuh manusia dan akan menimbulkan  dampak pada kesehatan.
Pembuangan sampah yang sukar hancur seperti plastik, kaca, alumunium, dan karet sintetis dapat menyebabkan polusi tanah. Bahan-bahan tersebut akan menghambat siklus nutrisi tanah, akan menjadi sarang nyamuk, serta merusak estetika lingkungan. Limbah rumah tangga seperti detergen akan meresap kedalam tanah. Detergen bersifat nonbiogredable (secara alami sulit diuraikan) sehingga akan terakumulasi dalam tanah dan mempengaruhi nutrisi tanah tersebut.

2.  Air
Air merupakan unsur utama bagi kehidupan dibum. Manusia mampu bertahan hidup jikan beberapa minggu tidak makan, tetapi tanpa air manusia akan mati hanya beberapa hari saja. Saat ini, air juga dimanfaatkan untuk sektor pertanian, industri, pembangkit listrik bahkan transportasi. Air mempunyai tiga wujud, yaitu padat (es, salju), cair (air tawar, air laut), dan gas (uap air).

a.       Kebutuhan air di Indonesia
Air yang digunkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari- hari adalah air bersih. Kebutuhan air bersih setiap rumah tangga di Indonesia rata- rata perharinya adalah 70 liter. Semakin banyak jumlah anggota keluarga, maka semakin banyak pula air bersih yang diperlukan. Kebutuhan air bersih dapat disediakan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sumur hidran (pompa), sumur galian (timba), penampungan air hujan, dan sumber mata air.
Semakin banyak jumlah penduduk, semakin meningkat pula kebutuhan air, tapi persediaan air terbatas. Oleh karena itu saat ini terutama di kota- kota besar banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kehidupan sehari- hari sehingga memanfaatkan air yang tercemar. Dari berbagai sector yang membutuhkan air, sector pertanian merupakan sector yang paling banyak membutuhkan air.



b.      Permasalahan menurunnya permukaan air tanah
Pemukiman, pertanian dan industri yang terus berkembang menyebabkan keperluan air untuk mencukupi kebutuhan tersebut juga meningkat. Untuk memenuhinya, dilakukan pengeboran air tanah atau pembuatan sumur- sumur bor secara besar- besaran hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan permukaan air tanah. Selai itu daerah resapan air tanah juga akan berkurang karena tertutup bangunan, jalan aspal dan lain- lain.
Di daerah pesisir, penurunan permukaan air tanah akan mengakibatkan perembesan air laut ke daratan (intrusi) karena tekanan air tanah menjadi lebih kecil di bandingkan tekanan air laut. Untuk menanggulangi masalah- masalah ini, usaha yang dapat dilakukan adalah dengan memperbanyak daerah resapan air hujan atau sumur resapan.
c.       Permasalahan kebutuhan air di kota
Pertumbuhan kota di ikuti pula oleh pertambahan jumlah penduduknya. Meningkatnya jumlah penduduk, meningkat pula kebutuhan air bersih. Di kota- kota besar seperti Jakarta dan Surabaya pemenuhan air bersih dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, ternyata masih ada kendala yang timbul, yaitu kebutuhan air bersih tidak seimbang dengan produksi PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sebagian penduduk yang tidak memperolehnya dari PDAM, mendapatkan air bersih sumur dangkal. Namun, banyak sumur dangkal yang telah tercemar tinja atau logam berat. Misalnya, di DKI Jakarta sedikitnya 73% sumur dangkal dengan kedalaman kurang dari 20 meter dibawah permukaan tanah telah tercemar tinja dan 13% dari sumur- sumur dangkal yang masih digunakan mengandung logam air berat air raksa(Merkuri).
Masalah lain yang ditimbulkan dari pemenuhan kebutuhan air melalui pengambilan air bawah tanah secara berlebihan, misalnya meluasnya intrusi air laut ke daratan dan kerusakan lingkungan lainnya. Untuk menanggulangi masalah ini, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 02 P/ 101/ M.PE/ 1994 tentang pengurusan adminstrasi air bawah tanah.
Air bawah tanah yang dimaksud dalam peraturan ini adalah semua air yang terdapat dalam lapisan tanah. Termasuk mata air yang muncul secara alamiah dipermukaan tanah. Dalam peraturan ini disebutkan bahwa pengambilan air bawah tanah hanya dapat dilakukan setelah memperoleh izin dan setiap pengambilan air bawah tanah dikenakan pungutan. Izin pengeboran dan pengambilan air bawah tanah untuk usaha pertambangan dan energi diatur sendiri oleh menteri, sedangkan diluar usaha tersebut izin diberikan oleh Gubernur Kepala Daerah TK. I, setelah mendapat saran tekhnik dari direktur Jendral Geologi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan ini dijabarkan dalam keputusan Jendral Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 605. K/ 10/ DDJG/ 1995 tentang petunjuk pelaksanaan pengawasan administrasi air bawah tanah.

Adapun beberapa masalah pemenuhan kebutuhan air diperkotaan ialah antara lain sebagai berikut :
1)      Penggunaan air bersih yang melebihi kapasitasnya untuk dapat diperbaharui, terutama oleh industri dan rumah tangga.
2)      Pencemaran air yang disebabkan oleh limbah industri maupun rumah tangga.
3)       kebiasaan membuang sampah kedaerah aliran air, terutama oleh masyarakat yang tinggal di daerah aliran air.
4)       Berkurangnya daerah resapan air

d.      Pencemaran air
Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan komponen lain kedalam air dan berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia ataun oleh proses alam sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya dengan kata lain air yang tercemar ialah air yang mengandung bahan- bahan asing dalam jumlah yang melebihi batas yang telah ditetapkan sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk keperluan tertentu, misanlya untuk air minum, pertanian, perikanan dan lain- lain.
Pencemran air sebagian besar diakibatkan kegiatan manusia. Pencemaran air akibat kegiatan manusia tidak hanya di akibatkan oleh limbah rumah tangga, tetapi juga oleh limbah pertanian dan industri. Pencemaran air pada dasarnya terjadi karena limbah yang langsung dibuang ke badan air ataupun ke tanah tanpa mengalami proses pengolahan terlebih dahulu atau proses pengolahan yang dilakukan belum memadai.
Sumber air tanah terbatas dan digunakan untuk tujuan rumah tangga, umm, dan industri. Sekarang kualitas air di Indonesia semakin memburuk, penyediaan air yang aman terbatas di Indonesia selain itu akses ke air bersih berkurang karena tingkat polusi yang meningkat yang menjurus pada kerusakan lingkungan maupun peningkatan masalah kesehatan.
Batas kadar yang diperbolehkan untuk suatu zat atau bahan pencemar terdapat di dalam air tetapi air tetap dapat digunakan sesuai dengan kriterianya. Menurut kegunaannya pada sumber air di bedakan menjadi 4 golongan, yaitu :

1.  Air Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa harus di olah terlebih dahulu.
2.  Air Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga.
3.  Air Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk perikanan dan perternakan
4.  Air Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian dan dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri, dan LTA.

Cara untuk melindungi air agar tidak tercemar antara lain sebagai berikut :
1)  Tindakan preventif, yaitu tidak membuang limbah ke badan air secara langsung
2)  Tindakan kuratif, dengan cara pengolahan limbah, bertujuan untuk memperkecil kadar pencemaran yang ada agar tidak membahayakan lingkungan hidup
3)  Perlu nenetapkan baku mutu lingkungan
4)  Baku mutu limbah padat, baku mutu air laut, baku mutu udara, emisi, baku mutu udara, ambien, baku mutu limbah cair, dan baku mutu air pada sumber air.
3.  Udara
Atmosfer berasal dari Bahasa Yunani “Atmos” yang berarti “Uap” dan Spora yang berarti “Lapisan “. Jadi Atmosfer yaitu lapisan udara yang menyelubungi bumi. Udara mengandung beberapa macam gas seperti Nitrogen (N2), Oksigen(o2), karbon Dioksida (co2), dan Ozon (o3), ditambah uap air dan zat-zat lain seperti debu.
Keadaan udara dipengaruhi oleh faktor- faktor sebagai berikut:
1)      Cahaya matahari, merupakan sumber energi bagi semua makhluk hidup
2)      Kelembapan, yaitu jumlah uap air di udara. Kelembapan ini penting karena dapat mempengaruhi kecepatan penguapan air.
3)      Suhu udara (temperature), berperan penting dalam menunjukan spesies pada saat tertentu. Organisme dapat hidup pada temperature antara -200C (spora) sampai 100C (bakteri, ganggang air panas). Suhu mempengaruhi proses biokimia dalam tubuh organisme.
4)      Angin, berperan penting terutama terhadap tumbuhan. Tumbuhan dengan system perakaran yang kuat dan batang yang liat dapat bertahan hidup di tempat tebuka dengn hembusan angina kencang.
Di bumi dapat berlangsung kehidupan karena adanya udara yang menyediakan gas-gas berguna, terutama oksigen. Disamping itu, lapisan udara atau atmosfer melindungi bumi dari radiasi sinar matahari yang berlebihan maupun sinar kosmis lainnya. Lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di bumi dari bahaya sinar ultraviolet (UV) dan inframerah
Oksigen merupakan unsure dalam udara yang paling penting, perlindungan udara dilakukan  dengan pemeliharaan tumbuhan hijau atau tumbuhan berklorofil di setiap lingkungan, contohnya dengan melakukan pelestarian hutan atau dengan membuat taman kota
Di Indonesia, sekitar 70% pencemaran udara disebabkan oleh kendaraan bermotor. Selain itu, pencemaran udara juga disebabkan oleh pembakaran sampah rumah tangga dan juga kegiatan industri.
Dampak pencemaran udara yaitu mempengaruhi system kehidupan mahluk hidup, seperti gangguan kesehatan dan ekosistem yang berkaitan dengan manusia, Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
1.      Iritansia
Polutan jenis iritansia bersifat korasif, polutan itu merangsang proses peradagan, hanya pada saluran pernapasan bagian atas atau dikenal dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) yaitu infeksi saluran pernapasan mulai dari hidung sampai ke tenggorokan.
2.      Asfiksia
Asfiksia disebabkan oleh berkurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap oksigen atau mengakibatkan kadar O2 menjadi berkurang. Asfiksia terjadi karena keracunan gas karbon monoksida (CO), CO akan mengikat hemoglobin membentuk karbon hemoglobin sehingga kemampuan hemoglobin mengikat O2 berkurang.
3.      Anestesia
Anestesia  bersifat menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran.

Upaya – upaya yang dilakukan untuk mengurangi potensi pencemaran udara akibat tibel, yaitu :
  1. Pemasyarakatan penggunaan bahan bakar bebas timbel
  2. Penggunaan teknologi atau alat saringan timbel pada perangkat mesin kendaraan bermotor
  3. Penelitian dan pemantauan melalui kampanye udara bersih dan uji emisi gas buang kendaraan bermotor dalam rangka penetapan rekomendasi pemeliharaan mesin.
Kegiatan kampenye udara bersih dan uji emisi gas buang kendaraan bermotor, memiliki tujuan sebagai berikut :
1.      Untuk memantau kualitas gas buang kendaraan bermotor roda empat, khususnya kendaraan pribadi dan kendaraan dinas
2.      Memberikan pelayanan kepada masyarakat pemakai atau pengguna dalam bentuk informasi kualitas gas buang kendaraannya
3.      Memberikan rekomendasi tindak lanjut pemeliharaan kendaraan
  1. Peraturan perundan-undangan
  2. Meningkatkan ruang terbuka hijau perkotaan.

B.     Perlindungan Komponen Biotik
            Salah satu sumber daya alam yang perlu dilindungi adalah sumber daya alam hayati. Perlindungan sumber daya alam hayati disebut juga perlindungan komponen biotic yang mencangkup perlindungan flora dan fauna.
1.      Perlindungan Insitu
Perlidungan insitu adalah perlindungan hewan dan tumbuhan di habitat aslinya. Perlindungan insitu dilakukan dengan membuat cagar alam, hutan lindung, suakamargasatwa, taman nasional, dan taman laut.
2.      Perlindungan Eksitu
Perlidungan eksitu adalah perlindungan tumbuhan maupun hewan dengan cara memindahkan individu yang dilestarikan dari habitat aslinya untuk dipelihara di tempat lain.

C.     Energi
Energi merupakan kebutuhan mutlak semua makhluk hidup di bumi. Sember energi utama adalah energi. Tanpa ada matahari tidak akan ada kehidupan.
1.      Macam-macam Energi
a.       Energi Matahari
Matahari merupakan sumber energi utama, tetapi belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, padahal sinar matahari dapat dimanfaatkan sebagai energy listrik dengan menggunakan sebuah sel surya. Energi listrik mempunyai peranan penting dalam kehidupan modern yang banyak menggunakan alat elektronik.
Teknologi yang memanfaatkan sinar matahari untuk mendapatkan tenaga listrik dengan menggunakan sel surya disebut fotovoltaik. Sel surya terbuat dari bahan silikon yang dilapisi dengan bahan kimia khusus.


b.      Minyak Bumi
Minyak bumi adalah cairan berwarna hitam dan mudah terbakar. Unsure yang terkandung dalam minyak bumi sebagian besar ialah hidrokarbon
c.       Batu Bara
Batu bara terbentuk dari proses yang lama, yaitu selama jutaan tahun batu bara juga merupakan bahan bakar fosil. Saat ini batu bara menjadi energy andalan pengganti minyak bumi.
d.      Gas Alam
Gas alam atau elpji (Liquefied Natural Gas-LNG) juga termasuk bahan bakar fosil. Gas alam banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga.
e.       Energi Panas Bumi
Energi panas bumi adalah sumber energi yang berasal dari dalam bumi. Energi panas bumi dalpat berupa uap basah, air panas, dan batuan panas.
f.        Energi Angin
Energi angin dapat dipakai sebagai pendorong kapal layar, penggerak mesin, atau untuk menghasilkan energi listrik, yaitu dengan menggunakan kincir angin. Kincir angin yang dihubungkan dengan generator listrik dapat menghasilkan listrik.
g.       Energi Pasang Surut (Energi Tidal)
Energi pasang surut dimanfaatkan di daerah pantai dengan cara membuat pintu-pintu air untuk aliran air laut. Aliran air akan menggerakan turbin yang terdapat di pintu-pintu sehingga dapat menghasilkan listrik.
h.       Energi Air
Air yang mengalir dapat digunakan sebagai sumber energi untuk mendapatkan energy gerak atau kincir angin atau energi listrik (PLTA) pada pembangkit listrik tenaga air, sebuah turbin yang dialiri air dapat menghasilkan energi listrik.


i.         Energi Nuklir
Nuklir merupakan salah satu senjata yang paling banyak membunuh manusia. Namun kekuatan nuklir sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk hal positif yaitu untuk menghasilkan listrik.
j.        Energy Biomassa
Energi biomassa adalah energy yang berasal dari massa makhuluk hidup. Energy yang dihasilkan itu berupa bahan bakar gas atau biogas dan bahan bakar nabati atau biofuel.
k.      Kayu Bakar
Dikalangan masyarakat di daerah pedesaan atau pegunungan, kayu bakar masih dapat digunakan sebagai bahan bakar karna mudah di dapat dan harganya relative murahv. Kayu bakar masih memegang peranan penting baik untuk rumah tangga atau industry kecil (industri rumah tangga).

2.      Tekhnik Pemanfaatan Energi
                                               Untuk mendapatkan energi listrik, kita dapat menggunakan berbagai macam-macam energi misalnya energy air, energi angin, bahan bakar fosil, nuklir, dan matahari. Dengan memanfaatkan berbagai energy tersebut diperoleh tenaga untuk menggerakan turbin yang akan mengaktifkan generator listrik.
Untuk menggerakan generator dikenal dua jenis turbin yaitu :
turbin mekanik dan turbin uap.

3.      Dampak Pemakaian Energi Terhadap Lingkungan
            Pemakaian mempunyai dampak terhadap lingkungan, di antaranya adalah dampak terhhadap udara dan iklim, dampak terhadap perairan, dan dampak terhadap tanah.
a)      Dampak terhadap udara dan iklim
Dampak terhadap udara dan iklim terutama disebabkan oleh sumber energi fosil minyak bumi dan batu bara. Pembakaran kedua bahan bakar fosil tersebut akan menghasilkan gas-gas buangan (emisi) yang dapat menyebabkan pencemaran udara. Selain gas-gas yang dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil, ada juga gas yang dihasilkan oleh alat-alat rumah tangga yang dapat menyebabkan pencemaran udara, salah satunya adalah CFC. CFC adalah gas yang dihasilkan dari beberapa alat-alat rumah tangga, seperti lemari es, AC, dan aerosol.
b)      Dampak terhadap Perairan
Dampak penggunaan energi terhadap pengairan umumnya disebabkan oleh minyak bumi. Pada saat pengangkutan minyak bumi dari tempat pengeboran menuju tempat penyulingan oleh kapal tanker acap kali terjadi kebocoran tanker atau kecelakaan sehiingga mengakibatkan tumpahnya minyak. Hal itu menyebabkan pencemaran perairan sehingga banyak organismee perairan yang mati.
c)      Dampak terhadap Tanah
Pada Penambangan batu bara, biasanya lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur sehingga lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu. Dan juga limbah nuklir.
4.      Penggunaan Energi
Penggunaan energi dapat dikelompokan menjadi empat sektor, yaitu sektor pertanian, sektor rumah tangga, sektor industri, dan sektor transportasi.
5.      Konservasi dan Penghematan Energi
a.   Konservasi Energi
adalah usaha yang dilakukan dengan cara  mengefesiensikan penggunaan energi, terutama energi yang berasal dari minyak bumi dan batu bara (bahan bakar fosil) yang disertai usaha-usaha mencari teknologi baru yang memanfaatkan sumber daya alam yang tidak bisa habis (seperti matahari, air, dan panas bumi).
Sebaliknya, sumber energi fosil merupakan sumber daya alam tak terbarui sehingga dapat habis. Oleh karena itu diperlukan peengelolaan energi yang merupakan usaha-usaha untuk mencapai keselarasan antara kebutuhan dan penyediaan energi seehingga sumber energi tidak cepat habis dan mempunyai sedikit dampak terhadap lingkungan. Energi dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu informasi, insentif, pengaturan, dan harga energi.
b.  Penghematan Energi
Untuk menghemat energi, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan, di antaranya sebagai berikut :
1.      Mematikan lampu apabila tidak sedang dipakai
2.      Mematikan alat-alat elektronik
3.      Membuka lemari es hanya bila diperlukan karena akan banyak udara dingin yang keluar percuma
4.      menggunakan alat-alat elektronik yang hemat energi (hemat lisstrik) misalnya lampu fluerosen
5.      Menggunakan AC pada temperatur normal
D.    Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
1.      Pengertian Senitasi
            Senitasi merupakan usaha kesehatan preventive yang menitikberatkan pada usaha pencegahan penyakit yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan. Dengan demikian sanitasi lingkungan adalah cara menyehatkan limgkungan hidup manusia terutama lingkungan alam fisik, yaitu tanah, air dan udara,

2.      Ruang Lingkup Sanitasi Lingkungan
            Ruang Lingkup sanitasi lingkungan terdiri dari sanitasi air, sanitasi limbah, sanitasi ruang, dan sanitasi lingkungan.
a.       Sanitasi air
            Sanitasi air adalah usaha untuk menghasilkan air bersih dan sehat, yang dimaksud dengan air bersih adalah air yang tidak terkontaminasi oleh benda atau zat-zat lainnya. Adapun yang dimaksud dengan air sehat ialah air yang bebeas kuman dan layak digunakan atau dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.
            Air yang digunakan untuk kebutuhan minum harus memenuhi syarat fisika, kimia, biologi. Syarat fisika air minum adalah tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna sehingga tampak lebih jernih atau bening. Syarat kimiawi air minum adalah tidak mengandung zat-zat yang berbahaya, seperti timbel (Pb) dan air raksa (Hg). Adapun syarat biologi air minum, yaitu air yang bebas dari bakteri pathogen atau penyebab penyakit. Penyakit yang ditularkan air dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu Specific water borne disease dan Nonspesific water borne disease.
1.          Specific water  borne disease
Adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri yang penularannya melalui media air. Penyakit ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu penyakit perut, penyakit kulit, dan penyakit mata.
2.          Nonspecifik water borne disease
Merupakan penyakit melalui perantara air yang disebabkan oleh zat anorganik yang terdapat dalam air tersebut. Macam-macam penyakit ini meliputi fluorisis, karies gigi, keracunan timbel dan penyakit lainnya.

b.      Sanitasi Limbah
      Limbah adalah bahan buangan yang sudah tidak terpakai lagi dan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Contoh Usaha pengelolaan sanitasi limbah adalah pengelolaan sampah dan pengolahan limbah air. Sampah terdiri dari dua jenis yaitu sampah Organik dan sampah Anorganik
c.       Sanitasi Ruang
      Sanitasi ruang adalah usaha untuk menjaga agar ruangan yang dipergunakan tetap dalam keadaan bersih. Bahan-bahan yang digunakan membersihkan ruangan atau alat adalah bahan sanitasi. Bahan ini meliputi beberapa macam desinfektan. Desinfektan adalah bahan-bahan kimia yang digunakan untuk memusnahkan bakteri yang terdapat pada ruangan atau alat, misalnya karbol, etil alcohol, klor, kaporit, dan formalin.
d.      Sanitasi Peralatan
      Sanitasi peralatan adalah suatu usaha untuk menjaga agar semua peralatan yang digunakan dalam keadaan bersih. Contoh sanitasi pealatan ialah sanitasi peralatan jasa boga. Sanitasi peralatan jasa boga merupakan usaha menjaga alat-alat yang digunakan dalam pengolahan bahan makanan dalam keadaan bersih.
            Alat dapur yang digunakan dalam usaha jasa boga dapat digolongkan menjadi dua, yaitu besar dan kecil. Alat-alat besar meliputi meja dapur, kompor, lemari pendingin, lemari pembeku, oven dan sebagainya. Sedangkan yang termasuk alat-alat kecil adalah panci, wajan, pisau, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Di tunggu komentar nya yaa .. :) makasii